Slider


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Jumat, 04 Februari 2011

TEKA-TEKI DI BUKIT JALIL !!!!!!!!!!!!!!!

Teka-Teki Di Bukit Jalil

Bongkar. Tuntaskan
Pekan yang berat buat PSSI. Baru saja usai kasus kaburnya Okto Maniani dari pelatnas, kini muncul isu baru yang tak kalah heboh: kekalahan Indonesia di final putaran pertama Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil Malaysia beberapa waktu lalu diduga sudah diatur sebelumnya.

Adalah Ali Cohen yang membeberkan pertama kali. Cohen yang mengaku pegawai Direktorat Jenderal Pajak mengirimkan surat elektronik kepada Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI, akhir Januari 2011. Cohen meminta kepada presiden untuk segera melakukan penyelidikan, karena perbuatan itu terkait harga diri bangsa.

Dalam suratnya, Cohen mengatakan kekalahan Indonesia di Stadion Bukit Jalil sangat janggal. Indonesia yang tampil perkasa di Jakarta, secara mudah dikalahkan 0-3 di Stadion Bukit Jalil. Kekalahan ini, kata Cohen, sudah diatur. Siapa yang atur? Menurut Cohen, dua petinggi PSSI dan seorang bandar judi asal Malaysia berada di balik perbuatan yang sangat memalukan ini. Kedua petinggi itu dikatakan sempat memasuki ruang pemain dan memberikan instruksi kepada oknum pemain. Adapun sinar laser yang sempat mengenai wajah pemain-pemain Indonesia hanyalah bagian dari skenario. 

Dengan kejadian ini, kedua petinggi PSSI dan bandar judi asal Malaysia meraup keuntungan puluhan miliar rupiah.

Cohen mengaku menerima info dari salah seorang wajib pajak yang kebetulan pengurus PSSI. 

Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes kontan bereaksi. Nugaraha mengatakan bahwa itu tuduhan yang sangat keji. "Pastikan dulu apakah Eli Cohen itu benar-benar pegawai Ditjen Pajak," kata dia.

Bagi kita, masyarakat pecinta sepak bola nasional, isu ini - benar atau tidak - sungguh memprihatinkan. Kita berharap, Presiden SBY segera menindak lanjuti surat Cohen. Ini penting, agar tak jadi preseden ke depan. Kebenaran harus ditegakkan. Jika benar, pemerintah harus mengambil langkah tegas terhadap semua pihak-pihak yang terlibat. Jika tidak, Cohen harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah menyebarkan kabar bohong serta pencemaran nama baik. Gampang kan?

Tak hanya pemerintah, PSSI selaku lembaga yang dituding juga harus mengambil langkah konkret dengan melakukan investigasi terhadap petinggi yang dimaksud Cohen dan oknum pemain yang menerima instruksi khusus. 

Pemerintah dan PSSI harus mengusut dugaan pengaturan skor di Stadion Bukit Jalil. Kenapa? Karena itu merupakan pengkhianatan kepada jutaan pecinta sepak bola nasional, khususnya penggemar timnas. Harus diingat, timnas bukan milik PSSI, bukan pula milik para penguasa. Timnas milik semua rakyat Indonesia. Maka dari itulah, pemerintah dan PSSI harus segera mengambil langkah tegas untuk membuktikan dugaan pengaturan skor seperti yang dibeberkan Cohen. 

Kita ingin sepak bola Indonesia maju, dijauhkan dari orang-orang yang busuk hati. Orang-orang yang hanya ingin memperkaya diri sendiri, keluarga, dan kelompoknya. 

Sekali lagi, kita tak berpihak kepada Cohen juga tak berpihak kepada PSSI. Kita berpihak kepada kebenaran. Dan untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan PSSI harus segera melakukan penyelidikan. Kebenaran harus ditegakkan, karena tanpa kebenaran sepak bola kita tak akan pernah maju. 

Usut tuntas dugaan kasus suap itu, agar tak sekadar isu semata. Selamatkan sepak bola nasional dari petualang-petualang yang tak bertanggungjawab.
Atas nama kebenaran yang tak pernah berpihak, pemerintah dan PSSI harus membongkar dan menuntaskan teka-teki di Bukit Jalil sana.